
ENDE, KESBANGPOL – Pemerintah Kabupaten Ende menggelar rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung meriah sejak 28 Mei hingga 3 Juni 2026. Berbagai kegiatan yang dipusatkan di Kota Ende selaku “Bumi Rahim Pancasila” ini berhasil melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat demi memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan pelestarian budaya.
Rangkaian acara diawali pada Kamis (28/05/2026) dengan pembukaan pentas seni dan pameran UMKM di halaman Kantor Bupati Ende, yang secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.
Parade Pancasila: Menyusuri Jejak Sejarah Bung Karno
Puncak perhatian masyarakat tertuju pada Parade Pancasila yang digelar pada Sabtu (30/05/2026). Ribuan peserta yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, ASN, TNI-Polri, paguyuban etnis, organisasi kemasyarakatan (Ormas), hingga komunitas seni turut ambil bagian memadati rute parade.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, melepas secara resmi peserta parade dari Pelabuhan Bung Karno. Prosesi pelepasan tersebut diawali dengan parade Garuda Pancasila sebagai simbol utama persatuan dan semangat kebangsaan. Rute parade sengaja melintasi sejumlah titik bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan hidup Bung Karno selama masa pengasingannya di Ende, dan berakhir secara terpusat di Taman Renungan Bung Karno—tempat di mana gagasan Pancasila dilahirkan.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef menegaskan bahwa Kabupaten Ende merupakan contoh nyata dari keberagaman yang hidup harmonis dalam bingkai persatuan.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Parade Pancasila ini menjadi sarana kita untuk mengingat kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa,” tegas Bupati Ende.
Harmoni dalam Keberagaman: Prosesi Keagamaan dan Pawai Obor
Suasana sore hari di Kota Ende berganti menjadi religius melalui prosesi Patung Ine Maria dari Gua Delupe menuju Gereja Katedral Ende. Prosesi ini diikuti oleh umat Katolik dari berbagai paroki di dalam maupun luar Kota Ende, yang menyatu sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan kebangsaan dan keagamaan.
Pada malam harinya, antusiasme warga kembali memuncak saat memadati pusat kota untuk mengikuti Pawai Obor Kebangsaan. Cahaya obor yang membentang di sepanjang jalan utama menciptakan atmosfer yang sarat akan semangat nasionalisme dan kebersamaan antarwarga.
Puncak Peringatan 1 Juni dan Harapan Pemkab Ende
Sebagai puncak peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Pancasila Ende. Agenda utama ini dirangkaikan dengan penayangan atraksi budaya yang spektakuler, antara lain:
-
Tari Gawi Kolosal: Melibatkan sekitar 3.000 pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Ende.
-
Bazar UMKM & Pameran Pariwisata: Wadah pemberdayaan ekonomi kreatif lokal.
-
Edukasi Sejarah: Pemutaran film sejarah perjuangan dan pengasingan Bung Karno.
-
Doa Kebangsaan Lintas Agama: Wujud syukur dan memperkokoh toleransi antarumat beragama.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Ende, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus memperkokoh tali persaudaraan di tengah keberagaman demi kemajuan daerah. (Humas Kesbangpol Ende)


